Susah dapat kerja ? Mungkin rasa penasaran kamu rendah


Selama 3 tahun 8 bulan saya mengenyam pedidikan strata satu di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Kini saya sudah resmi menjadi sarjana strata satu namun saya masih berstatus penikmat waktu luang, yaa setidaknya anggaplah seperti itu, itung-itung saya ngeles.

Jangan salah, saya juga sudah memaskkan lamaran ke perusahaan swasta maupun pemerintahan, namun kalau belum rejeki mau gimana lagi, saya pikir lebih baik menikmati hidup dulu, yaa saya ngeles lagi. Ini adalah bulan ke 6 saya menjadi penikmat waktu luang, dan lama-lama terasa bosan dan tidak berguna karna saya memang hanya berdiam diri dirumah.

Mungkin, ini hanya kemungkinan. Saya belum juga mendapatkan pekerjaan karna rasa ingin tahu saya sewaku kuliah masih rendah. Dapat saya katakan seperti itu karena pada saat kuliah saya hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu alias kuliah – pulang kuliah –pulang, sebernarnya ditambah satu yaitu main. Dan main saya adalah sekedar nongkrong di mall berjam-jam sambil ngobrol alias nggosip, maklum saya hanya perempuan biasa.

Pada waktu kuliah saya juga hanya urun badan, datang ke kelas duduk mendengarkan dosen yang terkadang saya juga tertidur dibelakang kelas. Saya tidak ingin menjaadi pusat perhatian di kelas sehingga saya jarang bertanya atau mengemukakan pendapat saat diskusi berlangsung. Bahkan, terkadang saya merasa risih dengan mahasisw lain yang terlalu sok tau dengan pendapatnya. Saya tidak terlalu tertarik dengan diskusi dalam kelas saya juga tipe orang yang tidaak terlalu cepat dalam menyerap perkataan dosen, saya rasa saya lebih memahami mater apabila saya membacanya sendiri. Dan untuk kegiatan organisasi, saya juga tidak aktif. Boro-boro aktif, tau susunan dema saja tidak. Saya juga tidak mengikuti ektra dari kampus.


Saya rasa, rasa kurang penaasaran saya akan sesuatu hal di kampus dulu membuat saya masih jalan di tempat seperti sekarang ini. Kalau ditanya menyesal atau tidak, dengan yakin saya menjawan tidak. Karena memang tidak bisa diulang, dan saya merasa senang memiliki waktu yang berkualitas dengan teman-teman kuliaah saya yang tidak bisa kami ulangi kembali. Namun, sekarang ini mau tidak mau saya harus mengejar ketertinggalan saya yang dulu hanya memiliki rasa ingin tahu yang rendah dan menjadi “kepoers” yang baru. 

Komentar

Postingan Populer