cerita selembar foto



Malam ini ku tatap fotomu lekat-lekat, kamu terseyum dengan bahagianya. Benar-benar bahagia. Memakai kemeja biru tua terlihat menepel pada badanmu, mungkin karena kamu terlihat lebih berisi. Aku berharap kamu bahagia. Dalam foto itu, kulitmu terlihat lebih coklat dari biasanya, ya ...walaupun aku tidak benar-benar melihatmu dalam dunia nyata. Seperti biasanya disampingmu adalah kesayanganmu, dan sama seperti biasanya pula dia terlihat cantik dengan dagu yang panjang tersenyum memperlihatkan deretan gigi kelincinya yang nampak putih, memakai cat kuku berwarna merah terang, aku pikir akhir-akhir ini dia sedang menyukai warna itu untuk kukunya, nampak seperti cat kuku yang biasa digunakan perempuan saat menikah, atau mungkin dia segera ingin menikah dengan mu ? aku  berharap tidak. Berbalut dress hitam dengan belahan dada yang pendek seperti biasanya dan memakai kalung yang senada dengan warna gaunnya dia benar-benar cantik. Seleramu mengenai wanita sangat tinggi boy, berdagu panjang dan memiliki senyum yang menawan, ah ... kamu memang high class boy.
                Dibelakang foto kalian yang saling merangkul terlihat lampion-lampion yang sedang terbang menghiasi langit malam, meski terlihat blur karena efek pengambilan gambar namun tidak kalah cantik dengan bintang-bintang yang jika tidak mendung menemani bulan. Kalian terlihat lucu memakai topi kerucut diatas kepala kalian, karena ini adalah malam tahun baru. Malam tahun baru kedua yang kalian lewati bersama sebagai pasangan kekasih. Dan ini malam tahun baru kedua aku melihat kalian bersama, sebagai pengamat atau pengagum ? entahlah... tenang, aku baik-baik saja disini.
                Aku tidak akan menjadi menyedihkan ditulisan ini karena memang kenyataannya begitu. Pernah aku membaca di salah satu postingan, menyukai seseorang lebih dari 3 bulan adalah cinta. aku memperhatikanmu, dari sini sudah lebih dari dua tahun, tapi apakah itu cinta ? aku pun tak tau jawabannya. Melihat kamu bahagia bersama dia saja cukup membuatku bahagia, seperti kata-kata klise tapi itu kenyataanya. Aku akan menjadi bayangan, yang selalu mengikutimu tanpa kamu sadari boy, jangan takut karena aku hanya bayangan yang tidak akan dapat menyentuhmu yang hanya akan mengikutimu tanpa suara, tanpa wujud, yang mengikutimu dalam kegelapan.
                Aku yang akan selalu menunggu selembar demi selembar foto mu dalam diam, yang selalu melihat mu secara sembunyi-sembunyi, yang selalu mendoakanmu dalam diamku. Aku menanti selembar fotomu yang tersenyum bahagia walau dengannya.
Aku menanti ...
Aku menanti ...
Aku menanti ...
Keaajaiban.
Jika ada.
01/01/2016
duapuluhtigatitikduaempatpuluhtujuh

Komentar

Postingan Populer