air mata
Hi kamu yang disana malam ini aku bukan pengagum mu. Mungkin esok akan aku lanjutkan.
Detik ini diluar sana hujan turun tak terlalu deras tapi cukup untuk membuat mu basah jika kamu berdiri selama 15 menit dibawah langit tanpa atap.
Hujan selalu datang bersama kenangan, dia tak pernah ingkar.
Luka dan tangis tak terelakan.
Aku benci.
Aku benci mereka.
Aku benci mengingat mu menghapus air mata ku.
Aku benci melihat air mata yang turun tanpa aturan di pipi orang lain.
Aku membencinya sekarang.
Lenyaplah saja kamu, hai air mata.
Kau hanya membuat aku, dia, mereka terluka.
Saat kau keluar dari persembunyian mu dunia berubah, biru menjadi hitam, senyum menjadi duka, tawa menjadi tangis.
Hei air mata, pergilah sekarang jangan pernah kembali, karna aku cukup kuat untuk melawanmu sekarang, pergilah sejauh mungkin, sejauh mungkin dari pelupuk mata ku.
Detik ini diluar sana hujan turun tak terlalu deras tapi cukup untuk membuat mu basah jika kamu berdiri selama 15 menit dibawah langit tanpa atap.
Hujan selalu datang bersama kenangan, dia tak pernah ingkar.
Luka dan tangis tak terelakan.
Aku benci.
Aku benci mereka.
Aku benci mengingat mu menghapus air mata ku.
Aku benci melihat air mata yang turun tanpa aturan di pipi orang lain.
Aku membencinya sekarang.
Lenyaplah saja kamu, hai air mata.
Kau hanya membuat aku, dia, mereka terluka.
Saat kau keluar dari persembunyian mu dunia berubah, biru menjadi hitam, senyum menjadi duka, tawa menjadi tangis.
Hei air mata, pergilah sekarang jangan pernah kembali, karna aku cukup kuat untuk melawanmu sekarang, pergilah sejauh mungkin, sejauh mungkin dari pelupuk mata ku.
Komentar
Posting Komentar